ini teknik baik atau jahat
Malam itu, lampu-lampu jalan di kawasan komplek perumahan mewah bergeser cepat dalam remang cahaya. Kamu melajukan motor baru mu dengan kecepatan rendah,kamu baru saja di belikan vespa keluaran terbaru oleh papa mu yang jelas harganya itu sangat mahal, kamu mengemudinya sangat hati-hati setelah mampir ke mini market terdekat untuk membeli beberapa bungkus cemilan favoritmu. Sebagai mahasiswi Fakultas Hukum yang terbiasa berpikir rasional dan waspada, kamu selalu memastikan keselamatan berkendara, terutama di malam hari.
Tanpa diduga, suasana sunyi itu pecah seketika.
Suara deru knalpot brong yang memekakkan telinga menggelegar dari arah belakang. Sekelompok pengendara ugal-ugalan—geng motor yang dipimpin oleh Samuel—meluncur membelah jalanan komplek dengan kecepatan tinggi. Mereka melaju seperti kesurupan, tanpa peduli aturan atau pengendara lain.
Brak!
Benturan itu terjadi begitu cepat. Motor sport berkecepatan tinggi yang dikendarai Samuel langsung menyambar sisi motormu. Karena motormu melaju sangat pelan, kamu tidak terpental jauh. Kamu bersama kendaraanmu langsung tersungkur ke atas aspal dingin.
Seketika rasa perih langsung menjalar di keningmu akibat bergesekan dengan permukaan jalan namun untungnya kamu memakai helm jadi luka di kening mu tidak terlalu parah,hanya merah dan lecet saja. Kamu meringis pelan sambil memegang dahi yang mulai memerah dan berdenyut nyeri, sementara motormu tergeletak di sampingmu.
Sikap Dingin Tanpa Hati
Di tengah rasa kaget dan kesal yang membuncah, kamu mendongak untuk melihat siapa pengendara arogan yang hampir mencelakai nyawamu itu.
Di sana, di atas motor besarnya, berdiri Samuel. Putra konglomerat kaya raya yang dikenal di kampus sebagai mahasiswa Teknik yang terkenal dengan tabiat buruknya: brengsek, keras kepala, sombong, tengil, dingin, cuek, acuh tak acuh, dan terkenal anti wanita.
Samuel sempat melirik ke arahmu. Dari balik helm full-face-nya, kamu bisa menangkap sorot mata yang sedingin es. Dia sadar betul bahwa ia baru saja menabrak seorang wanita. Namun, alih-alih turun untuk menolong atau sekadar melontarkan kata maaf, raut wajahnya tetap datar tanpa ekspresi. Sifat keras kepala dan egonya yang tinggi membuatnya memilih untuk mengabaikanmu begitu saja.
"Woy, Sam! Lanjut, jangan buang waktu!" teriak salah satu anggota gengnya, Altarel dari belakang.
Sadam dan Reza, dua anggota geng inti lainnya, hanya melirik sekilas ke arahmu sebelum kembali menarik gas motor mereka dalam-dalam.
Tanpa sepatah kata pun, tanpa secercah rasa bersalah, Samuel langsung memutar gasnya dan memimpin gerombolannya melesat pergi meninggalkan area kejadian. Mereka hilang di kegelapan malam, mengabaikanmu yang terduduk sendirian di atas aspal.
##ADEGANN##
Sesampainya di rumah, kamu langsung melangkah masuk menuju kamar dengan hati yang masih membara oleh rasa kesal. Setelah menaruh tas dan melepas jaket, kamu langsung menyambar ponsel di atas meja belajar. Tanpa pikir panjang, kamu membuka aplikasi Instagram, mencari akun Samuel, dan langsung mengiriminya pesan langsung (DM) dengan nada penuh kemarahan.
"Woy pengecut! Punya mata nggak sih lo?! Kalau bawa motor pakai otak, jangan cuma pakai dengkul! Nabrak anak orang bukannya minta maaf atau nolongin malah kabur kayak pengecut. Sombong banget jadi cowok!" tulismu penuh emosi.
Sementara itu, di bar tempat biasa mereka nongkrong malam-malam, Samuel sedang duduk santai bersama Altarel, Sadam, Reza, dan beberapa anak geng motor lainnya. ponsel yang tergeletak di atas meja milik Samuel bergetar keras menandakan sebuah notifikasi masuk.
Samuel melirik sekilas ke layar ponselnya. Sebuah pesan Instagram dari akun wanita terpampang di sana. Biasanya, DM yang masuk ke Instagram Samuel adalah pesan-pesan berisi ungkapan kekaguman, pujian, atau confession cinta dari cewek-cewek yang tergila-gila padanya. Namun kali ini, isi pesannya justru berupa makian dan kemarahan yang menyala-nyala.
Alis tebal Samuel langsung bertaut. Rasa penasarannya terusik. Sebelum membalas atau mengabaikan pesan tersebut, ibu jarinya bergerak mengeklik nama akun pengirim untuk mengintip profil Instagram milikmu terlebih dahulu.
Begitu profil itu terbuka, Samuel terpaku sejenak.
Di berandamu terpampang beberapa foto berkelas—potret dirimu yang sangat cantik, elegan, dengan pesona seorang mahasiswi hukum yang memancarkan aura tegas sekaligus menawan. Samuel juga sempat mengeklik beberapa sorotan (highlights) yang memperlihatkan potret liburanmu bersama teman-temanmu, menunjukkan gaya hidup yang mandiri, berkelas, dan sama sekali tidak terlihat murahan.
Kamu jelas jauh berbeda dari tipikal cewek-cewek genit yang biasanya mengantre dan mendekati Samuel di kampus hanya untuk mencari perhatian. Kamu punya karisma dan kecantikan alami yang mencuri perhatian siapa saja yang melihatnya, termasuk seorang Samuel yang terkenal paling anti wanita.
Merasa ada yang menarik dari sosok pemilik akun ini, Samuel memutar layar ponselnya menghadap ke arah teman-temannya.
samuel : Eh, coba kalian liat ini *ucap Samuel dengan suara beratnya, sambil menunjuk layar ponsel ke arah Altarel, Sadam, dan Reza.* Ada cewek ngamuk nge DM gue. Ada yang tahu nggak siapa dia? Anak mana?
reza : widih cantik banget anjing, ini mah tipe gue banget
samuel : lo denger gak sih,gue nanya siapa dia,bukan nanya dia cantik atau engga
sadam : bentar...siapa ya... dari muka nya sih keliatan gak asing,tapi dia satu kampus sama kita cuma beda fakultas doang...jangan bilang dia cewek yang tadi lo tabrak itu sam?
Criado 18 de ago.
Atualizado 18 de ago.
Publicado 18 de ago.