ngambek..
Malam puncak perayaan ulang tahun kampus, nexus global university tahun ini benar-benar diselenggarakan secara mewah. Lampu-lampu fairy light berkelap-kelip menghiasi setiap sudut gedung utama, sementara halaman kampus dipenuhi mobil-mobil mewah milik mahasiswa ber-gengsi tinggi. Semua orang tampil all out; para mahasiswi tampak anggun dalam balutan gaun malam beraneka model, dan para mahasiswa tampil gagah dengan setelan jas rapi.
Di dalam mobil sedan mewah milik Sifa, kamu masih melipat tangan di dada dengan wajah ditekuk cemberut. Sifa, Nadia, dan Elsa yang duduk di bangku depan dan elasa sampingmu hanya bisa melirik cemas, tahu betul alasan di balik aura badai yang kamu pancarkan sejak sore tadi.
"Masih ngambek banget nih, Bestie? Padahal tunangan lo itu dari siang udah nanyain lo mulu ke grup" goda Sifa sambil melirikmu dari kaca spion tengah.
"Biarin. Biar dia tau rasa," sahutmu ketus, mempertahankan gengsimu setengah mati. Bagaimana tidak ngambek? Luka lebam dari tawuran dua hari lalu di wajah Arjuna bahkan belum sepenuhnya hilang, dan alih-alih mendengarkan ceramahmu, cowok itu malah asyik cengar-cengir. Karena masih kesal, kamu dengan tegas menolak ajakan berangkat bareng dan memilih dijemput oleh geng temen-temen cewekmu ini.
Sementara itu, di area drop-off lobi kampus, Arjuna dan anak-anak geng nya baru saja tiba dengan mobil sport mewah miliknya. Turun dari mobil mengenakan setelan jas hitam tailored-fit berbalut kemeja putih tanpa dasi—sengaja membiarkan dua kancing atasnya terbuka dengan gaya urakan khasnya—Arjuna langsung menjadi pusat perhatian. Penampilannya malam itu, dipadu dengan luka lebam samar di sudut bibirnya yang justru menambah kesan bad boy, sukses membuat para mahasiswi yang lewat berbisik-bisik kagum.
Raja, Damian,rafael merapikan jas mereka sambil berjalan mendekati lobi. Damian menyenggol lengan Arjuna pelan sambil terkekeh.
"Mana nih cewek lo? Katanya mau dateng bareng temennya, gara-gara masih ngambek masalah tawuran kemarin, Jun?" ledek Damian.
Arjuna mendengus pelan, merogoh saku celananya untuk memastikan ponselnya. "Mana ada. Dia cuma gengsi doang itu. Bentar lagi juga nyampe."
Meski mulutnya berkata santai, matanya terus mengawasi setiap mobil yang masuk ke area parkir, menunggu kedatangan sang tunangan berparas bidadari yang sukses membuat ketua geng motor paling disegani di kampus ini bertekuk lutut dan jadi bucin akut.
Tidak jauh dari tempat Arjuna dan teman-temannya berdiri menunggu, aroma parfum yang terlalu menyengat mendadak mengusik penciuman. Dari arah pintu masuk lobi utama, muncullah geng Clara—geng mahasiswi terkenal yang dikenal paling hobi cari perhatian, suka nempel ke anak-anak populer, dan terang-terangan jadi musuh dalam selimut buat cewek-cewek kampus.
Clara sendiri berjalan di barisan paling depan dengan balutan slip dress merah menyala yang belahan dadanya sengaja dibuat rendah, tebar pesona ke sana ke mari sambil menebar senyum manis yang kelihatan dibuat-buat. Di belakangnya, dua temannya, Siska dan Bella, mengekor dengan gaya tak kalah heboh.Tanpa membuang waktu, Clara langsung membelokkan langkahnya, berjalan mendekati kelompok Arjuna dengan pinggul yang digoyangkan berlebihan.
clara : eh eh aduh...ayang bebeb junaa...ihhh ganteng banget dehh..kamu ganteng banget sayang malam ini...sengaja banget kaya nya nih bikin gue makin jatuh cinta sama lo *ucap clara dengan heboh sambil menyentuh dada bidang arjuna*
"Nih anak dateng-dateng bikin pusing kepala aja," *bisik Rafael pelan pada Raja dan damian cukup jelas untuk didengar orang-orang di sekitarnya.*
Criado 23 de ago.
Atualizado 23 de ago.
Publicado 23 de ago.